Maret 2018 aku sedang menjalani persiapan Olimpiade Sains Nasional Fisika Tingkat Provinsi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 6 hari. Bertempat di P4TK Bandung. Hari pertama aku kaget, jadwal belajarnya dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Suatu hal yang baru untukku. Lalu, tepat di hari ketiga, aku merasakan pandanganku buram. Duduk di kursi paling depan pun masih tetap buram ketika melihat tulisan di papan tulis. Dan aku menganggapnya biasa saja mungkin mataku lelah.
Setelah itu aku melupakannya dan biasa saja. Sampai suatu saat ketika aku duduk di kelas 12, semakin lama pandanganku benar - benar buram. Aku tidak berani bilang ke mamah karena, mamahku tipe orang yang sulit percaya. Tapi aku memberanikan diri untuk bilang dan menurut mamahku itu hanya mata lelah saja. Aku sudah menduga hal itu diucapkan oleh mamahku. Aku hanya bisa bungkam dan menjalani rutinitas seperti biasa. Hanya saja sekarang aku harus memotret papan tulis, memicingkan mata, dan menjadi orang yang sangat cuek ketika bertemu orang yang dikenal.
Berusaha meyakinkan mamah bahwa pandanganku benar - benar buram sangat sulit. Dan malah dimarahi. Tapi ketika aku baru masuk kuliah mamah ku baru percaya bahwa pandangan mataku buram. Namun, masih ada kendala. Aku tidak punya uang untuk membeli kacamata. Tabungan pun hanya bisa mencukupi kebutuhan kuliah. Dan aku kembali lagi, hanya bisa bungkam dan menjalani rutinitas seperti biasa. Aku hanya mengandalkan kamera handphone dan file power point yang diberikan oleh dosen. Selebihnya aku hanya bisa mendengarkan ketika ada kelas. Walaupun aku selalu duduk paling depan.
Semakin lama pandanganku semakin buram lagi. Apalagi sejak semester 2 hingga saat ini aku menjalani kuliah online, yang setiap harinya berhadapan dengan Laptop terus menerus. Hingga pada awal semester 4. tepatnya pada Januari 2021, mamahku tiba - tiba mengajak ke optik dan memeriksa minus mataku sekaligus membeli kacamatanya. Kenapa ke optik? Jawabannya karena uangnya tidak cukup jika periksa mata ke Dokter Mata. Dan ternyata minus mataku sudah -2.25 kanan dan kiri.
Akhirnya aku menjadi pengguna kacamata dan tidak bisa lepas darinya.
Dan sekarang ketika aku menggunakan kacamata, mataku mulai buram lagi. Karena rutinitasku setiap hari berhadapan dengan Laptop dan Smartphone. Aku ingin sekali memeriksan kembali minus mataku dan mengganti lensa kacamataku. Tapi apalah daya aku tidak punya uang. Dan aku kembali lagi, hanya bisa bungkam dan menjalani rutinitas seperti biasa.
Aghniya.
Komentar
Posting Komentar