Langsung ke konten utama

Kenapa harus risau?

Jujur 2021 adalah tahun terberat bagiku. Hampir setiap hari aku menangis. Bukan hanya masalah uang saja yang belum cukup memenuhi kebutuhan. Tetapi hati yang sudah terlalu sakit dan sudah tidak kuat menahannya. Fisik terlihat sehat tetapi hati tidak bisa dibohongi.

Bahkan satu waktu aku pernah tidak ingin keluar rumah sama sekali, tidak mau bertemu dengan orang lain. Seperti trauma bertemu dengan yang namanya orang/manusia.

Sorot mata seperti ejekan, ucapan yang seakan menghina, dan gerak tubuh seperti melihat sampah. Sakit hati ini setiap bertemu orang lain selain keluargaku sendiri.

Sakit ketika hanya orang berduit yang dianggap manusia, sakit ketika hanya orang goodlooking yang didahulukan dan sakit ketika hanya didatangi ketika butuh saja.

Bukan tidak mensyukuri nikmat Tuhan. 

Tapi manusia tetaplah manusia. Ingin sama rata dan dihargai pula.

Namun, ada satu titik dimana hatiku bangkit. Aku mengeluarkan semua keluh kesahhku kepada kedua orangtuaku. Perih rasanya hati ini saat itu. Hanya bisa menangisi perlakuan manusia. 

Padahal setiap hari Allah yang selalu ada. Allah yang mengatur semuanya. Kenapa harus cemas? Kenapa harus takut tidak dihargai? Allah tidak melihat rupa, Allah tidak melihat harta. 

Yang penting jalani semuanya hanya kepada Allah. Kenapa harus risau?

Allah maha segalanya. Tenang aja.

Sejak saat itu, aku tidak takut lagi. Aku tidak cemas lagi. Dan aku mulai bisa menjalani semuanya dengan lapang hati. Alhamdulillah.


~Aghniya~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usiaku 24 Tahun

Hari ini usiaku bertambah juga sekaligus berkurang. Hari ini usiaku 24 tahun. Waktu berjalan cepat sekali ya. Satu tahun ini hidupku terasa jungkir balik. Setahun lalu, aku senang merasakan usiaku yang ke 23 tahun ketika sudah mendapatkan pekerjaan pertama. Makan sushi yang sudah aku idam-idamkan, beli hp baru yang sudah kuharapkan bertahun-tahun, merayakan bersama teman-teman. Senang sekali. Lalu lari pagi di Gatsu bandung, jajan malam ke lengkong kecil, main ke tahura, hiking ke Gunung Manglayang, Nonton di TSM, naik Bandros di Alun-alun Bandung, Makan di Resto Atmosphere, lari di Kiara Artha, masak seblak di kostan, meeting di ITB, sholat di Masjid Salman, Kajian di Masjid TSM, jajan Ramen, Jajan Seblak. Dan masih banyak yang lainnya. Senang sekali. Aku bisa mengerjakan sebuah website, ketemu dan kenal dosen di ITB, kenal orang di BIG, pengalaman yang tidak aku lupakan. Aku  juga mencoba mendaftar pekerjaan lagi. Ikut RBB Bumn yang ketiga tapi gagal di tahap bahasa inggris. Daft...

Rebahan terus 😢

Akhirnya libur juga. Setelah melewati 3 semester ini, aku rasa masih banyak yang belum aku lakukan. Padahal di kesempatan ini aku ingin sekali rebahan sepuasnya. Tapi setelah dua hari ku coba rebahan seharian. Rasanya gaenak. Mungkin karena terbiasa kuliah seharian. Dan juga jam tidurku pun jadi berantakan. Aku baru bisa tidur setelah subuh:( Sebelum tidur aku suka nonton YouTube, sebagai hiburan dan merefresh pikiran. Tapi malam ini ada yang menarik. Tak sengaja muncul di beranda channel Zhafira Aqyla vlog tentang H-7 Pernikahan. Aku lumayan tertarik. Aku tonton sampai habis dan hasilnya. Keren. Dia menulis Surat untuk kedua Orangtuanya dan ngedate bareng abinya semalem sebelum akad pernikahannya. Menurutku itu hal yang sangat spesial dan tak pernah terbayangkan olehku. Mungkin bisa jadi inspirasi bagiku di masa yang akan datang.  Terus aku penasaran video dia yang lainnya. Dan ada satu video lagi yang sangat menarik. Setelah akad dia melakukan Q&A bareng suaminya. Dan yang bi...

Pemikiran Masa Depan

Sebentar lagi 2023 berakhir. Rasanya baru kemarin aku menghabiskan waktu untuk sekolah dan kuliah..  Ternyata waktu begitu cepat berlalu. Kini aku sudah dewasa. Banyak sekali hal yang silih berganti dilalui. Aku masih belajar untuk memahami  kehidupan yang aku jalani. Entah bagaimana kedepannya.  Pemikiran mengenai dunia dan masa depan memang tiada habisnya. Dari segi pekerjaan, kesehatan, pernikahan, liburan, pencapaian, ibadah dan lain-lain. Pekerjaan. Aku masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Walaupun sebenernya bukan kewajiban bagiku sebagai perempuan untuk bekerja. Tapi aku merasa bahwa aku harus bisa menghasilkan uang sendiri. Aku tidak ingin merepotkan kedua orang tuaku terus yang sudah semakin tua. Kini aku bekerja freelance dengan mengajar privat. Tapi masih ada keinginan untuk berkarir lebih baik dan kuliah lagi. Rasanya lelah sekali untuk melamar pekerjaan. Ikut psikotes, lalu interview dan gagal lagi. Aku ingin berhenti sejenak. Kesehatan. Maret 2023 aku m...