Jujur 2021 adalah tahun terberat bagiku. Hampir setiap hari aku menangis. Bukan hanya masalah uang saja yang belum cukup memenuhi kebutuhan. Tetapi hati yang sudah terlalu sakit dan sudah tidak kuat menahannya. Fisik terlihat sehat tetapi hati tidak bisa dibohongi.
Bahkan satu waktu aku pernah tidak ingin keluar rumah sama sekali, tidak mau bertemu dengan orang lain. Seperti trauma bertemu dengan yang namanya orang/manusia.
Sorot mata seperti ejekan, ucapan yang seakan menghina, dan gerak tubuh seperti melihat sampah. Sakit hati ini setiap bertemu orang lain selain keluargaku sendiri.
Sakit ketika hanya orang berduit yang dianggap manusia, sakit ketika hanya orang goodlooking yang didahulukan dan sakit ketika hanya didatangi ketika butuh saja.
Bukan tidak mensyukuri nikmat Tuhan.
Tapi manusia tetaplah manusia. Ingin sama rata dan dihargai pula.
Namun, ada satu titik dimana hatiku bangkit. Aku mengeluarkan semua keluh kesahhku kepada kedua orangtuaku. Perih rasanya hati ini saat itu. Hanya bisa menangisi perlakuan manusia.
Padahal setiap hari Allah yang selalu ada. Allah yang mengatur semuanya. Kenapa harus cemas? Kenapa harus takut tidak dihargai? Allah tidak melihat rupa, Allah tidak melihat harta.
Yang penting jalani semuanya hanya kepada Allah. Kenapa harus risau?
Allah maha segalanya. Tenang aja.
Sejak saat itu, aku tidak takut lagi. Aku tidak cemas lagi. Dan aku mulai bisa menjalani semuanya dengan lapang hati. Alhamdulillah.
~Aghniya~
Komentar
Posting Komentar